Archive for the ‘ Menu Masakan ’ Category

Grobogan – Kesibukan terlihat di beberapa pondok yang terbuat dari bambu sederhana dan tertata rapi berjejer berurutan. Sejumlah wanita tak henti-hentinya mengayunkan kipas tradisional yang terbuat dari anyaman bambu sembari membolak-balik beberapa ikan air tawar di atas tungku. Asap putih tebal segera melayang ke udara membawa aroma yang menggugah selera. Mereka ialah para pedagang ikan bakar segar dari hasil tambak dan tangkapan para nelayan di dalam komplek taman wisata Waduk Kedung Ombo, Grobogan, Jawa Tengah.

Ikan hasil tangkapan seperti nila, mujaer, bawal, gabus, patin, betutu dan tawes dimasak setelah pembeli memesan langsung dari para nelayan. Tak hanya itu, jika berkenan, para pembeli juga diperbolehkan untuk membakar sendiri ikan pesanannya setelah dipilih dan dibersihkan isi perutnya.

Eva, salah seorang pembeli mengaku senang dan lebih suka membakar ikan sendiri sesuai porsi dan seleranya saat dijumpai Beritasatu.com, Minggu (3/8).

“Saya sengaja ingin membakar ikan pilihan ini biar pas sesuai porsi dan selera saya. Tidak ada risih malah seru sampai saya tidak sabar mencoba hasil bakaran ini”, ungkapnya.

Resep tradisional seperti jahe, tomat buah, bawang merah, cabe rawit, kecap, dan lada, menjadi bumbu andalan yang tak boleh ketinggalan dan dijamin mampu memanjakan lidah bagi para penikmatnya.

Karakter daging ikan waduk yang lunak akan terasa lembut dan gurih bersama nasi putih yang ditaburi bawang goreng serta lalapan sambil bersantai menikmati pemandangan waduk terluas se-Jawa Tengah.

Selain dibakar, pembeli juga bisa memesan dalam bentuk goreng crispy. Apabila ingin dimasak dirumah, mereka juga bisa membeli dalam keadaan masih segar dari nelayan untuk dibawa pulang.

Adapun menu khusus lain yang ditawarkan seperti pepes ikan dan pepes telur ikan bakar. Harga dari ikan bakar dan menu khusus tersebut bervariasi tergantung jenis ikan dan ukuran serta cara memasaknya. Rata-rata perekor hanya berkisar antara Rp. 10.000 hingga Rp. 65.000 saja dan masih bisa ditawar.

Ikan bakar waduk kedung ombo menjadi wisata kuliner andalan dan baru mulai dikembangkan sejak 2006 lalu. Sebelumnya Waduk Kedung Ombo hanya dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dan irigasi saja. Namun seiring naiknya jumlah wisawatan, bendungan yang berada di tiga wilayah kabupaten meliputi Grobogan, Sragen dan Boyolali tersebut akhirnya dikembangkan oleh swadaya masyarakat sekitar sebagai tempat wisata sekaligus kuliner yang menjadi andalan di Grobogan dan sekitarnya.

Penulis: Danung Arifin/FER
Sumber : Beritasatu.com

Nikmatnya Ikan Bobora

Jika kita berkunjung ke kabupaten minahasa utara maka akan kita temui banyak rumah makan-rumah makan disepanjang jalan ibukota kabupaten ini.Banyak menu yang disajikan oleh rumah makan yang tersebar disepanjang jalan ibukota kabupaten ini. Menu yang disajikan ternyata berupa ikan. Masyarakat di kabupaten ini memang dikenal sangat menggemari ikan sebagai menu santapannya. Salah satu ikan yang disajikan adalah ikan Bobora. Wah, ikan bobora? Ikan jenis apa tuh? Inilah yang mungkin akan terlintas dibenak kita ketika mendengar nama ikan tersebut.

Ikan bobora dalam taksonomi masuk dalam kategori famili Carangidae dengan spesies Gnathanodon sp dan di Indonesia dikenal dengan nama ikan kuwe. Jadi, tidak usah heran karena ikan ini sudah sangat umum kita kenal yaitu ikan kuwe yang sudah dapat dibudidayakan. Sedangkan Bobora adalah nama daerah ikan jenis ini. .

Ikan bobora mulai dilirik oleh para pembudidaya. Hal ini merujuk pada pangsa pasar ikan tersebut yang ada. Ikan ini menjadi salah satu kegemaran para penggemar ikan di minahasa utara. Ikan bobora sejak tahun lalu pembudidayaannya mulai berkembang. Ikan Bobora atau ikan kuwe adalah ikan yang hidup di perairan dangkal dan berkarang. Budidaya ikan ini dapat dilakukan dengan metode karamba jaring apung. Lokasi budidaya yang cocok untuk budidaya ikan kuwe terletak di teluk yang terlindungi dari ombak dan badai serta memiliki pergantian massa air yang cukup baik.

Ikan kuwe termasuk ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang tinggi dibandingkan dengan jenis ikan laut lainnya dan memiliki kemampuan hidup dengan kepadatan yang tinggi. Pakan utama ikan ini dapat berupa ikan rucah dan pakan dari jenis crustacea. Dengan menggunakan wadah budidaya karamba jaring apung panen ikan kuwe dapat diatur menyesuaikan kebutuhan pasar. Ikan kuwe masa pemeliharaan budidayanya dengan menggunakan benih berukuran 20 – 25 kg dan kepadatan tebar 150 ekor/m2 dapat dipanen setelah masa pemeliharaan selama 5 – 6 bulan. Perlu diperhatikan dalam berbudidaya ikan kuwe dengan kepadatan tebar tersebut di atas yaitu ketika ikan sudah berumur 3 bulan dan mempunyai bobot lebih dari 250 kg, padat penebaran perlu dikurangi sampai kepadatan tebar menjadi 100 ekor/m2.

Budidaya ikan kuwe yang menguntungkan, tentu menjadi daya tarik para pembudidaya. Melihat potensi pengembangan ikan kuwe yang cukup bagus, kabupaten minahasa utara yang dikenal memiliki beragam jenis budidaya ini, mulai mengembangkan budidaya ikan kuwe dengan wadah karamba jaring apung. Daerah yang potensial untuk pengembangan budidaya ikan kuwe antara lain adalah teluk ratatotok dan teluk kora-kora di kecamatan likupang. Selama budidaya ikan kuwe hanya ditemui di Indonesia bagian timur. Hal ini karena daerah di Indonesia bagian timur yang kepulauan sangat cocok untuk pengembangan budidaya ikan kuwe.

Sumber : Ditjen Perikanan Budidaya

Sup Kakap

Bahan:

  • 1 buah kepala ikan kakap (dibelah, dibersihkan)
  • 3 liter air
Bumbu:
  • 5 cm jahe, dimemarkan
  • 1 batang seri dimemarkan
  • 4 cm lengkuas dimemarkan
  • 2 siung bawang merah diiris
  • 2 buah cabai merah dibelah
  • 1 buah cabai hijau dibelah
  • 1 buah tomat diris
  • 4 lbr daun jeruk diremas
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • garam secukupnya
Cara Membuat:
  • Lumuri kepala ikan kakap dengan garam dan merica, lalu kukus hingga matang, angkat dan tata dalam mangkuk
  • Rebus air bersama bumbu hingga air tinggal 1 liter
  • Tuangkan kuah sup ini diatas kepala ikan kakap yang sudah dikukus, dan sajikan selagi hangat.
Tips:
  • Apabila menyukai rasa pedas, ketika merebus bumbu dapat ditambahkan cabai rawit. Kepala ikan kakap merah bisa diganti dengan kepala ikan laut lainnya.
Sumber: Aneka Seafood Berkuah, Hengky Runtuwene, AgroMedia
  • 1 buah kepala ikan kakap (dibelah, dibersihkan)
  • 3 liter air

Bumbu:

  • 5 cm jahe, dimemarkan
  • 1 batang seri dimemarkan
  • 4 cm lengkuas dimemarkan
  • 2 siung bawang merah diiris
  • 2 buah cabai merah dibelah
  • 1 buah cabai hijau dibelah
  • 1 buah tomat diris
  • 4 lbr daun jeruk diremas
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • garam secukupnya

Cara Membuat:

  • Lumuri kepala ikan kakap dengan garam dan merica, lalu kukus hingga matang, angkat dan tata dalam mangkuk
  • Rebus air bersama bumbu hingga air tinggal 1 liter
  • Tuangkan kuah sup ini diatas kepala ikan kakap yang sudah dikukus, dan sajikan selagi hangat.

Tips:

  • Apabila menyukai rasa pedas, ketika merebus bumbu dapat ditambahkan cabai rawit. Kepala ikan kakap merah bisa diganti dengan kepala ikan laut lainnya.

Sumber: Aneka Seafood Berkuah, Hengky Runtuwene, AgroMedia

Strata Kuliner

Semua orang tentu butuh makan. Bahkan menurut Abraham Maslow, pakar psikologi sejak tahun 1959-an, makan dianggap sebagai kebutuhan dasar, atau basic needs, yang ia sebut physiological needs. Hierarchynof needs berikutnya adalah safety needs, love and belonging needs, esteem needs. dan yang cukup tinggi adalah self-actualization needs. Adapun kebutuhan psikologis tertinggi adalah untuk rasa ingin tahu, atau needs to know and understand.

Dalam hal makan, atau lebih khusus makan ikan, dapat kita golongkan menjadi kelompok. Pertama, adalah makan hanya agar merasa kenyang, tidak kelaparan. Kelompok ini mengandalkan tersedianya staple food, atau bahkan pangan pokok. Indikator ini sering dipakai sebagai capaian dalam program ketahanan pangan. Konsumen ekonomi lemah, memilih ikan dalam jumlah yang relatif sedikit. Nasi, jagung, singkong, terigu atau sagu, menjadi dominan. Sambal dan ikan asin hanya sebagai penyerta, agar ada rasa. Yang penting kenyang.

Kelompok kedua, mempertimbangkan rasa. Tentu saja subyektif dan didasarkan atas pengalaman kultural dan sosial. Menurut yang satu, sejenis makanan dirasakan sebagai lezatnya bukan main, sedangkan makanan yang sama, menurut yang lain bisa menjadi bahan cibiran. Tapi secara umum, rasa adalah suatu yang universal, sehingga berbagai jenis makanan telah menjadi menu favorit bagi banyak orang, lintas etnis maupun kultur. Aneka hidangan seafood dinikmati berbagai kalangan dan tingkatan, dari yang kaki lima, sampai ke restoran mewah di hotel bintang lima.

Ketiga, kalangan menengah ke atas, memilih makanan dikaitkan dengan aspek kesehatan. Karbohidrat dan lemak mulai dikurangi, lantaran sebagai biang kegemukan dan sakit jantung. Protein lebih dipilih, karena dipersepsikan tidak membawa akses, atau dampak buruk, bahkan menyumbangan efek pertumbuhan fisik maupun psikologis, serta memelihara atau mengganti bagian tubuh yang memerlukan. Disini ikan menjadi berperan, karena tergolong sebagai pemasok protein hewani. Kalaupun ada kandungan lemak, toh dari jenis yang baik, yaitu berasam lemaktak jenuh, bahkan sangat dibutuhkan untuk kesehatan dan kecerdasan.

Yang keempat juga berkaitan dengan kesehatan, namun yang memiliki tujuan khusus. Misalnya terhadap kualitas anak, terutama usia di bawah lima tahun, bahkan yang masih di dalam kandungan ibunya. Problem yang banyak dinegara berkembang adalah kondisi balita yang mengalami marasmus, atau kekurangan kalori, dan kwasiorkor, atau kekurangan protein. Kasus malnutrisi diduga bisa menyebalkan Indonesia kehilangan lebih dari 200 juta angka potensi IQ per tahun, atau setara dengan 30% dari peluang produktivitas. Ikan tentu bisa menjadi andalan, karena kelengkapan komposisi kandungan asam amino esensial, karena mutu daya cernanya yang tinggi. Ditambah, lagi, asam lemak tak jenuh omega-3 (DHA, docusa hexaenoic acid) terkenal sebegai penyebab pencerdasan anak, dan tidak terdapat pada hewan daratan. Peneletian dan pendapat berbagai pakar di Bristol University, National Institute Of Health, dan Brain Bio Central di AS; Global Seafood For Health di Australia; serta berbagai pakar di Denmark, setelah masing – masing meneliti 9.000 sampai 25.000 sample, mendapatkan hasil bahwa anak yang lebih banyak mengkonsumsi Omega-3, memiliki kecerdasan, motorik dan verbal yang baik.

Bahkan kepada para ibu setelah melahirkan juga dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi ikan. Institute Of Epileptology, Kingstone College di London menyampaikan bahwa kandungan Omega-3, selenium, vitamin D dan vitamin B12 pada ikan dapat mengurangi problem postpartum psychology, depresi pasca melahirkan sebagai kelanjutan dari syndroma baby blues, yakni termasuk mood swing, atau perubahan emosi yang sangat cepat. termasuk juga efek perubahan hormonal thyroid, estrogen, dan progesteron. Tidak hanya bagi ibu dan anak, masyarakat pada umumnya juga banyak memahami bahwa asam lemak Omega -3 pada ikan dapat memberikan efek positif pada kesehatan jantung, saluran darah, mengatasi authitis, asma, depresi, dan bahkan jerawat.

Kelompok kuliner yang terakhir adalah berdasarkan kepercayaan spiritual. Di Hongkong dan Shanghai, ikan Kerapu yang berasal dari dasar laut, menjadi sangat mahal harganya karena diyakini dapat membawa keberuntungan bagi orang yang menyantapnya. tentu lima hal di atas bukan multiplr-choice, atau hanya single faktor semata. Tentu banyak pula yang memilih ikan karena rasanya yang nikmat, membuat badan sehat dan mencerdaskan. Paling tidak dalam Al-Quran, surat Al-Maidah, Allah berfirman bahwa” Dihalalkan bagimu hewan buruab di laut, dan makanan dari laut, sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang – orang dalam perjalanan”. Dalam surat lainnya, An-Nahl, Allah juga berfirman” dan Dialah yang menundukkan lautan, agar kamu dapat memakan daging yang segar darinya.

Sumber : Majalah Demersal