Dalam budidaya gurame, banyak orang yang terkecoh dengan istilah pemelihraan induk dan pemijahan. Karena pada prinsipnya keduanya sama-sama melakukan pemeliharaan induk, mulai dari persiapan kolam, padat penebaran hingga kegiatan sehari-harinya. Jenis kolam dan luas kolam yang digunakan juga bisa sama atau dengan menggunakan kolam yang sama.

Yang saya maksud dengan pemeliharaan induk di sini adalah kegiatan memelihara calon induk atau induk baru saja dipijahkan hingga induk-induk tersebut dipijahkan atau dipijahkan kembali. Jelas sekali ada perbedaan antara keduanya. Tujuan pemijahan adalah untuk mendapatkan telur, sedangkan pemeliharaan induk hanya untuk menyiapkan induk agar matang gonad.

Karena pemeliharaan induk bertujuan hanya untuk mendapatkan induk yang matang gonad atau tidak untuk mendapatkan telur, maka jelas dalam kegiatan ini, induk jantan dan betina dipelihara terpisah. Karena bila pemeliharaannya disatukan, akan terjadi pemijahan liar. Gurame termasuk ikan yang mudah memijah secara alami bila keduanya sudah matang gonad.

Kegiatan pemeliharaan induk dimulai dengan persiapan kolam. Kolam yang baru saja dikeringkan dijemur selama minimal 7 hari. Tujuannya selain untuk membunuh penyakit juga untuk memeperbaiki struktur tanah. Setelah tanah agak kering, pematangnya diperbaiki dengan menutup seluruh permukaan pematang dengan tanah dasar. Dengan begitu, kolam terbebas dari bocoran.

Kolam diari dengan menutup lubang pengeluaran dan membukan lubang pemasukan. Namun pengairannya dilakukan setelah pematangnya kering, kalau masih basah bisa terjadi erosi. Kolam pemeliharaan induk harus agak dalam, dengan ketinggian air antara 60 – 70 cm . Ketinggian itu harus dijaga agar fluktuasi air kolam tidak terlalu tinggi dan induk-induk terganggu akibat itu.

Agar tidak stres, induk ditebar pada pagi hari. Karena pada saat itu, suhu air masih rendah. Penebaran pada siang hari kurang baik, karena induk-induk itu bisa stres. Ini disebabkan oleh suhu air kolam dengan suhu dalam wadah angkut atau kolam yang baru saja dipanen sangat jauh. Keadaan tersebut menjadikan tubuh ikan terkena goncangan suhu dan harus menyesuaikan dengan lingkungan barunya.

Pada tebar induk harus sesuai dengan anjuran para ahli, atau saran dari petani yang sudah berpengalaman di daerah anda, tidak boleh terlalu tinggi, dan juga tidak terlalu rendah. Padat tebar yang terlalu tinggi dapat menghambat perkembangan gonad dan padat tebar yang terlalu rendah sangat tidak efisien. Padat tebar yang baik di kolam pemeliharaan induk adalah 1 – 2 ekor/m2.

Pakan tambahan sebaiknya diberikan keesokan harinya. Dalam semalam , induk dibiarkab beradaftasi dengan lingkungan barunya. Selain itu, induk dibiarkan lapar dahulu, sehingga ketikan diberi pakan tambahan, napsu makannya tinggi. Ada tiga hal penting harus diperhatikan dalam pemberian pakan tambahan pada ikan gurame, yaitu jenis pakan, jumlah, waktu dan cara pemberiannya.

Jenis pakan tambahan untuk induk gurame berbeda dengan pakan tambahan untuk induk ikan mas dan nila. Ikan mas dan nila umumnya diberi pakan tambahan berupa pakan buatan, yaitu pellet. Namun untuk induk gurame, pakan tambahan seluruhnya pelet kurang baik. Karena dapat berakibat patal, telurnya kurang baik, lengket dan diselimuti lemak. Keadaan itu menyebabkan daya tetasnya rendah.

Pakan tambahan yang baik untuk induk gurame adalah campuran antara pelet dan daun-daunan. Jenis daun yang baik adalah daun alas. Daun lainnya yang bisa diberikan pada induk gurame adalah daun singkong dan kangkung. Namun daun yang paling baik adalah daunt keladi. Tetapi sebaiknya daun itu dilayukan dulu bebrapa jam, untuk mengurangi getahnya.

Meski jenis daun yang bisa diberikan masih banyak jenisnya, tetapi jangan sekali-kali induk gurame diberi daun papaya. Karena daun ini bisa merusak kantung telur dan bisa menggagalkan pemijahan. (Pesan sponsor : klik iklan) Larangan lainnya adalah, induk gurame jangan diberi daun ubi jalar. Daun itu tidak akan merusak kantung telur, tetapi kandungan gizinya rendah, kurang baik untuk induk gurame.

Untuk menyediakan daun keladi, seorang pembudidaya tidak mungkin harus mengandalkan orang lain, atau dengan mencari ke tempat lain. Yang harus dijalankan adalah seorang pembudidaya harus menyediakan sendiri, yaitu dengan menanam di lahannya, di pematang kolam atau tempat khus. Jumlah yang ditanam tergantung dari kebutuhan. Yang pasti bisa mencukupi kebutuhan sendiri.

Jumlah pakan yang diberikan untuk induk gurame tidak jauh berbeda dengan induk ikan mas dan nila. Umumnya jumlah pakan tambahan untuk kedua ikan tersebut rata-rata 3 persen pelet setiap hari. Tetapi untuk induk gurame, pakan tambahan ini ditambah dengan 5 persen daun talas yang sudah dilayukan Kemudian setiap tiga hari bekatul sebanyak ½ blek untuk 30 ekor induk.

Comments

comments