Kegiatan ini dilakukan setelah pemijahan. Permukaan air berminyak sudah cukup menjadi tanda bahwa ikan gurame sudah memijah. Karena minyak merupakan salah unsur yang terkandung dalah permukaan telur. Tanda lainnya bila masih sangsi adalah dengan melihat lubang pintu sarang. Bila sudah tertutup sudah dipastikan bahwa ikan gurame sudah memijah. Kalau sudah begitu, maka telur sudah bisa diambil.

Pengambilan telur tidak boleh terlambat. Karena kalau terlambat telur akan menetas dalam sarang. Yang akhirnya larva akan berenang keluar dai sarang, lalu menyebar di kolam. Keadaan ini akan sulit menangkapnya. Agar tidak terlambat, maka pengontrolan pada kolam pemijahan harus dilakukan setiap hari. Pekerjaan ini bisa dilakukan sambil memberi makan induk.

Dua hari setelah tanda di atas terlihat, telur diambil dengan cara mengangkat sarang. Pengambilan telur dilakukan pagi hari, saat suhu air masih rendah. Pengambilan disiang hari kurang baik, karena matahari sudah tinggi dan suhu air sudah lebih panas. Keadaan itu bisa menyebabkan telur terkena matahari dan bisa menimbulkan kerusakan pada permukaan telur. Kerusakan itu bisa menurunkan daya tetas telur.

Pengambilan telur juga harus hati-hati, jangan sampai sarangnya rusak. Kerusakan itu bisa menyulitkan dalam menyelamatkan telur, karena telur-telur dapat terpisah dari kumpulannya, lalu keluar dari sarang dan jatuh ke dasar kolam. Agar terjadi, maka saat pengambilan sarang harus dibantu sengan sekup net yang diletakan di bawahnya, sehingga ketika ada telur yang jatuh tertampung dalam sekup net.

Sarang yang sudah diangkat dimasukan dalam ember atau baskom plastik yang sudah diberi air. Sebaiknya air itu berasal dari kolam pemijahan, agar kualitas airnya sama, terutama suhu. (Pesan sponsor klik iklan) Sebaiknya pula ember yang digunakan berwarna gelap, agar telur dapat terlihat dengan jelas. Setiap ember khusus untuk satu sarang. Ember yang sudah berisi telur dibawa ke tempat teduh untuk tindakan selanjutnya.

Di tempat teduh, telur dikeluarkan dari sarangnya. Caranya dengan memisahkan atau menarik sedikit demi sedikit dan mengeluarkan bahan pembuat sarang (ijuk atau sabuk kelapa). Pemisahan telur ini harus hati-hati agar telur tidak pecah, karena gesekan atau tertusuk. Setelah itu, telur juga harus dipisahkan dari lumpur, sampah dan kotoran lainnya agar saat ditetaskan sudah bersih.

Comments

comments