Perikanan budidaya bagi sebagian orang terdiri dari produksi benih dan produksi ikan konsumsi. Pendapat ini memang tidaklah salah karena memang kegiatan utama perikanan budidaya terdiri dari dua hal tersebut. Akan tetapi jika dilihat secara detail bahwa ada salah satu jenis ikan yang khusus dimana kegiatan perbenihan dan pembesarannya tidak dapat dipisahkan dan menjadi satu kesatuan kegiatan. Ikan yang dimaksud adalah Ikan Hias, baik yang tawar maupun yang payau/laut.

Budidaya ikan hias telah berkembang sangat pesat baik untuk ikan hias air tawar maupun ikan hias laut dan merupakan salah satu sumber devisa negara. Nilai ekspor ikan hias meningkat tajam selama 4 tahun terakhir, dari 9,4 juta US$ tahun 2006 menjadi 10,02 juta US$ pada tahun 2009. Ini meupakan kondisi pasar yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Namun, Ikan hias yang selama ini menjadi sumber devisa tersebut dan ada di seluruh provinsi Indonesia, sebagian besar didapat dari alam terutama untuk ikan hias air payau/laut. Saat ini, kegiatan pembinaan teknologi budidaya ikan hias belum dilakukan secara fokus dan intens, belum seperti pembinaan pada teknologi budidaya lainnya, karena itu menurut Direktur Produksi perlu adanya pembentukan subdit Budidaya Ikan Hias agar pembinaan terhadap budidaya ikan hias dapat lebih fokus dan intens seperti pada budidaya ikan konsumsi.

Menurut Permen Kelautan dan Perikanan RI No. PER.04/MEN/2009 tentang perubahan keempat Permen Kelautan dan Perikanan No. PER.07/MEN/2005; struktur organisasi direktorat produksi terdiri dari 5 (lima) subdirektorat, yaitu :

1. Subdit Budidaya Laut
2. Subdit Budidaya Air Payau
3. Subdit Budidaya Air Tawar
4. Subdit Sertifikasi
5. Subdit Data dan Statistik

Struktur organisasi direktorat produksi di atas belum memuat subdit ikan hias. Pembentukan subdit ikan hias ini perlu dilakukan agar perkembangan ikan hias dapat lebih maju dan terorganisasi dengan baik. Apalagi ikan hias saat ini perkembangannya sangat pesat dan beberapa daerah telah mengembangkan budidaya ikan hias. Dengan masih terbuka luasnya pasar ikan hias baik di dalam negeri maupun di luar negeri maka pengembangan budidaya ikan hias mutlak dilakukan. Apalagi perikanan tangkap pun produktivitasnya mengalami penurunan, Ikan hias pun menjadi bagian dari pencapaian target 353% ditjen perikanan budidaya.

Mulai tahun ini struktur organisasi direktorat produksi mengalami perubahan, yaitu :

1. Subdit Budidaya Air Payau/Laut
2. Subdit Budidaya Air Tawar
3. Subdit Budidaya Ikan Hias
4. Subdit Sertifikasi
5. Subdit Data dan Statistik

Secara lengkap dapat dilihat pada gambar berikut :

Subdit Budidaya Ikan Hias sendiri peran tupoksi tidaklah berbeda dengan Subdit Budidaya Air Tawar dan Subdit Air Payau/Laut, yaitu :

* Melakukan identifikasi kegiatan budidaya ikan hias dan potensi pengembangannya
* Melakukan pembinaan usaha budidaya ikan hias menuju sertifikasi usaha
* Melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan budidaya ikan hias
* Penyusunan standardisasi budidaya ikan hias

Diharapkan dengan terbentuknya subdit yang menangani secara khusus tentang budidaya ikan hias akan memajukan budidaya ikan hias yang di beberapa daerah di Indonesia sudah berkembang.

Sumber : Ditjen Perikanan Budidaya

Comments

comments