Para menteri sektor pertanian dan perikanan dari Brunei, Indonesia, Malaysia dan Filipina sepakat memperkuat kerjasama dan kolaborasi untuk memanfaatkan potensi kawasan sebagai “food basket” atau “lumbung pangan” bagi ASEAN maupun Asia pada umumnya. Hal ini disampaikan pada pertemuan tingkat menteri dan pejabat senior sektor pertanian dan perikanan Kawasan Pertumbuhan ASEAN Bagian Timur (Brunei, Indonesia, Malaysia, the Philippines-East ASEAN Growth Area / BIMP-EAGA) yang digelar di Makassar, 25-26 November 2010. Strategi “food basket” merupakan kebijakan prioritas yang disepakati BIMP-EAGA untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan integrasi ekonomi di sektor perikanan dan agro-industri yang selama ini telah menjadi keunggulan kawasan tersebut. Sebagai tindak lanjutnya, para pejabat senior BIMP-EAGA akan merumuskan rencana aksi dan investasi secara detail.

Strategi “food basket” diharapkan mampu menjamin ketahanan pangan jangka panjang, mengoptimalkan potensi produk untuk ekspor, serta mengupayakan penghidupan yang berkelanjutan bagi petani dan nelayan. “Kita semua (4 negara EAGA) memiliki keunggulan masing-masing, inilah yang akan kita gabung dan optimalkan untuk menjadi “food basket,” kata Menteri Industri dan Sumberdaya Primer Brunei Darussalam, Dato Yahya pada konferensi pers para delegasi yang digelar sesaat setelah penutupan pertemuan hari ini (26/11).

Sementara itu, untuk mewujudkannya, keterlibatan sektor swasta, pemerintah lokal, dan pemangku kepentingan lain dinilai penting dalam menciptakan sinergi, jaringan kerja sama, rasa saling melengkapi, dan rasa kepemilikan bersama. “Saya mendorong sektor swasta untuk menangkap dan memanfaatkan komitmen BIMP EAGA yang mengedepankan strategi ini,” kata Menteri Kelautan Fadel Muhammad. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang kuat bisa terwujud jika didukung oleh kekuatan finansial dan etos usaha yang dinamis dari sektor swasta. Oleh karena itu, BIMP-EAGA Business Council (BEBC) dinilai memiliki peran kunci dalam mempromosikan kerjasama ekonomi di kawasan ini.

Dalam mengimplementasikan strategi “food basket,” sektor perikanan perlu dibangun secara layak melalui manajemen perikanan yang berkelanjutan. Minapolitan, salah satu program yang tengah dipersiapkan KKP, diharapkan bisa menjadi jawabannya. Program ini berwujud kawasan perekonomian terpadu yang dinamikanya digerakkan oleh sektor kelautan dan perikanan. Dalam Minapolitan, berbagai elemen produksi, pengolahan, dan pemasaran produk perikanan tangkap ataupun budidaya, berinteraksi secara efisien dengan didukung oleh infrastruktur dan fasilitas yang memadai. Melalui Minapolitan, nelayan dan pembudidaya ikan skala kecil akan diperkuat, sehingga mampu membangun kesejahteraannya dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kawasan.

Sebanyak 63 lokasi Minapolitan rencananya dibangun di 14 provinsi di Indonesia yang masuk sebagai kawasan pertumbuhan yang diprioritaskan dalam BIMP EAGA. Beberapa lokasi di antaranya akan dioperasikan dan menjadi pilot project pada tahun 2011. Setiap lokasi yang diusulkan ini memiliki potensi sumberdaya perikanan seperti rumput laut, ikan air tawar, ikan pelagis, ikan demersal, udang-udangan dan sebagainya, yang bisa berkontribusi pada ekspor, sekaligus menjamin ketahanan pangan di kawasan ASEAN.

Para menteri juga mendorong pemerintah lokal untuk aktif memberikan kontribusi bagi realisasi tujuan pembangunan sosial dan ekonomi dari kerjasama BIMP-EAGA. Koordinasi dan kerja sama yang mantap antara pemerintah daerah dan sektor swasta akan menjamin lingkungan yang lebih kondusif untuk pertumbuhan dan pengembangan bisnis, terutama di kawasan-kawasan yang masih tertinggal. Pembangunan sektor perikananan dan agro industri di BIMP-EAGA dinilai akan membentuk dasar penting dalam realisasi ASEAN Community di tahun 2015, khususnya dalam mempersempit kesenjangan pembangunan di Asia Tenggara.

Jakarta, 26 November 2010
Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi

Dr. Soen’an H. Poernomo, M.Ed

Narasumber:

1. Dr. Gellwynn Jusuf
Sekjen KKP (HP. 0816768499)
2. Ir. Anang Nugroho, M.Sc
Kepala Pusat Kerjasama Internasional dan Antar Lembaga (HP. 0811806244)
3. Dr. Soen’an H. Poernomo, M.Ed
Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi (HP. 08161933911)

Comments

comments