Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi yang terletak di bagian barat pulau Kalimantan. Sama halnya dengan provinsi Kalimantan lainnya, provinsi ini pun memiliki potensi pengembangan perikanan budidaya utamanya air tawar disamping potensi perikanan budidaya laut dan potensi perikanan budidaya air payaunya.

Provinsi yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia ini, pada tahun 2009 produksi perikanan budidayanya telah mencapai 15.204,78 ton yang meningkat sebesar 7,37 persen dari tahun 2008 yaitu sebesar 14.161,44 ton. Komoditas unggulan untuk provinsi ini adalah ikan mas, nila, lele, bandeng, dan udang vannamei. Pada tahun 2009 produksi kelima komoditas tersebut menyumbang sebagian besar total produksi perikanan budidaya provinsi Kalimantan Barat.

Sungai kapuas yang menjadi ikon provinsi Kalimantan barat disamping tugu khatulistiwa menyimpan potensi pengembangan budidaya perairan tawar. Sepanjang sungai kapuas saat ini telah berkembangan banyak kelompok pembudidaya yang membudidayakan ikan mas dan ikan nila menggunakan media karamba jaring apung dan karamba jaring tancap. Komoditas yang sering dan dapat dikembangkan disini adalah ikan mas, ikan nila, ikan patin, ikan gurame, ikan lele, jelawat dan toman. Peluang untuk pengembangan budidaya karamba jaring apung dan jaring tancap masih terbuka lebar.

TABEL 1   POTENSI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR (KARAMBA & JARING APUNG) PROV. KALBAR TAHUN 2009

Selain itu, keadaan lahan di provinsi yang banyak rawa dan bergambut merupakan berkah tersendiri bagi masyarakat perikanan disana, utamanya untuk pengembangan perikanan budidaya dalam bentuk kolam. Komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan pada budidaya kolam antara adalah ikan mas, nila, jelawat, lele, toman betutu, patin , gurame dan udang yang galah. Kesemua komoditas ini sangat mudah ditemukan diperairan Kalimantan barat karena memang kondisi lahan dan perairannya yang sangat mendukung untuk kelangsungan hidupnya.

TABEL 2   POTENSI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR (KOLAM) PROV. KALBAR TAHUN 2009

Selain memiliki potensi pengembangan perikanan budidaya air tawar, Kalimantan barat juga punya potensi pengembangan pada budidaya air payau dan budidaya laut. Potensi budidaya laut memang tidak sebanyak daerah yang memiliki potensi budidaya air tawar, yaitu kabupaten pontianak, kabupaten bengkayang, kabupaten sambas, kabupaten kubu raya, kabupaten kayong utara, dan kota singkawang. Jenis komoditas yang diunggulkan untuk dibudidayakan di laut adalah kerapu, kakap, lobster dan rumput laut jenis cottonii. Pada budidaya air payau terdapat pada kabupaten pontianak, kabupaten bengkayang, kabupaten sambas, kabupaten ketapang dan kota singkawang. Komoditas yang diunggulkan untuk dapat dibudidayakan di tambak pada provinsi ini, yaitu Udang windu, udang vaname, bandeng, kepiting dan rumput laut jenis gracilaria.

TABEL 3  POTENSI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT PROV. KALBAR TAHUN 2009

TABEL 4   POTENSI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU PROV. KALBAR TAHUN 2009

Potensi pengembangan budidaya pada provinsi Kalimantan barat masih sangat terbuka. Dari lahan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan perikanan budidaya hanya sedikit sekali yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat di sana untuk berbudidaya ikan. Hanya sekitar 1 (satu) persen saja lahan atau sebesar 2005 ha yang sudah termanfaatkan dari total 158.793 ha lahan yang memiliki potensi usaha perikanan budidaya di provinsi kalimantan barat.

sumber data : dinas KP Prov KalBar

Comments

comments