Target Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) meningkatkan produksi perikanan budidaya hingga 353 % yakni dari 4,7 juta ton menjadi 16,8 juta ton pada 2014 secara konsisten terus diperjuangkan. Upaya itu pun telah menunjukkan tren positif, ditunjukkan dari data peningkatan produksi budidaya pada akhir 2010. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Ketut Sugama pada acara Outlook Perikanan TROBOS (7/2) lalu menuturkan bahwa target pencapaian produksi pada 2010 sebesar 5,37 juta ton telah mampu dilampaui. “Realisasi produksi budidaya 2010 mencapai 5,48 juta ton, di atas target yang dibuat,” papar Ketut saat presentasi. Ketut menambahkan, KKP terus berupaya keras untuk bisa mewujudkan target peningkatan produksi 353 % pada 2014 mendatang. Berbagai langkah pun diambil untuk mencapainya, antara lain melalui program-program pemberdayaan masyarakat.

Salah satu program besar (grand strategy) yang disiapkan adalah PUMP-PB (Pengembangan Usaha Mina Pedesaan) Perikanan Budidaya yang akan menyalurkan bantuan hingga Rp 200 miliar untuk 2011. Tak lepas dari tujuan mendorong peningkatan produksi serta menumbuhkan minat wirausaha di bidang perikanan. Pada program PUMP-PB ini akan disalurkan bantuan langsung kepada Pokdakan (Kelompok Budidaya Perikanan) di 300 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Ditargetkan akan ada 2.000 Pokdakan yang akan menerima bantuan PUMP-PB ini. Selain PUMP-PB menurut Ketut, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP juga menyiapkan program pengembangan minapolitan di 24 lokasi percontohan. Ditambahkan oleh Ketut bahwa peningkatan produksi juga akan dicapai melalui program minapadi (integrasi penanaman padi dengan budidaya ikan) dengan memanfaatkan satu juta hektar sawah di berbagai daerah di Indonesia. “Peran minapadi terhadap peningkatan produksi budidaya perikanan, khususnya nila dan ikan mas, sangat signifikan,” kata Ketut. Masih dalam bagian program minapolitan budidaya, juga akan dilakukan penebaran ikan dalam waduk, dam dan lainnya. Serta masih banyak program-program lain yang akan digulirkan KKP dalam rangka menyejahterakan masyarakat.

Paket Bantuan

Diharapkan dari program PUMP ini bisa membantu pengembangan usaha prospektif di daerah dan mampu menyerap tenaga kerja pembudidaya lebih dari 20.000 orang. Pelaksanaan program PUMP-PB ini terdiri atas beberapa tahapan yang harus dijalani. Diawali identifikasi Pokdakan termasuk lokasi kegiatan usaha yang dilakukan dan kelembagaan Pokdakan. Pokdakan yang akan terpilih sebelumnya harus melewati beberapa tahapan seleksi dan verifikasi. Pada tahap seleksi dan verifikasi tersebut ada beberapa criteria yang harus dipenuhi. Antara lain calon penerima bantuan PUMP-PB haruslah kelompok usaha skala mikro dengan pengurus dan anggotanya bukan merupakan aparat dinas atau PNS, berdomisili di desa/kelurahan setempat, berada di dalam satu desa/kelurahan yang sama serta tercatat dan di bawah binaan Dinas Kabupaten/Kota. Kemudian Pokdakan calon penerima bantuan juga harus meyusun RUB (Rencana Usaha Bersama) atau semacam proposal usaha yang menjelaskan mengenai perencanaan usaha serta mekanisme memanfaatkan dana. Dalam RUB disebutkan peruntukkan penggunaan dana yang akan diterima Pokdakan. Penggunaan dana bantuan tersebut untuk pengadaan wadah budidaya, input produksi dan peralatan budidaya. Dan tak kalah penting, kelompok pembudidaya penerima bantuan haruslah kumpulan anggota yang memiliki usaha dengan komoditas budidaya yang sama. Ada lima kategori komoditas budidaya yang dialokasikan memperoleh dana bantuan PUMP-PB ini (lihat boks). Saat ini, kegiatan sosialisasi dan asistensi pelaksanaan PUMP-PB di provinsi sebagian besar telah dilaksanakan. Bahkan pada beberapa daerah sudah kegiatan identifikasi Pokdakan calon penerima PUMP.

Pendampingan

Program PUMP Perikanan Budidaya tak hanya menyalurkan dana bantuan kepada kelompok pembudidaya yang membutuhkan tetapi juga memberikan pendampingan. Proses pendampingan ini merupakan salah satu bagian penentu keberhasilan program. Pendampingan kepada Pokdakan penerima bantuan PUMP diharapkan bisa meningkatkan keterampilan dan kemampuan pembudidaya baik secara teknis maupun manajemen. Selama satu tahun program PUMP-PB dijalankan, Pokdakan penerima bantuan akan didampingi oleh PPTK (Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak) yang ditugaskan BPSDM-KP (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan).

Selama proses berjalannya program PUMP-PB ada beberapa kegiatan pendampingan yang akan dilakukan PPTK mulai dari sosialisasi kegiatan, penumbuhan/dinamika kelompok, bimbingan teknis budidaya, pembinaan hingga manajemen usaha. Bisa dirinci kegiatan pendampingan yang diberikan PPTK kepada setiap anggota kelompok pembudiaya mulai dari pengelolaan input produksi, pemberian pakan, pengaturan tenaga kerja, pembukuan keuangan, pengendalian kualitas air dan lingkungan, pemberantasan hama penyakit, sampai penerapan SOP (Standard Operational Procedure) dan recording/pencatatan. Tak hanya aspek tersebut, PPTK juga membantu memberikan masukan pengelolaan keuangan usaha dan akses permodalan. Selama program kegiatan berjalan, Pokdakan wajib membuat laporan perkembangan usaha dan penggunaan keuangan setiap bulan. Nantinya dari laporan tersebut akan dilakukan evaluasi pendampingan dan pemantauan oleh tim teknis yang berada di setiap Kabupaten Kota. Dari pantauan dan evaluasi yang dilakukan, tim teknis bersama PPTK akan memberikan masukkan dan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja dan usaha Pokdakan. Harapannya Pokdakan akan kian berkembang usahanya sehingga kesejahteraan pembudidaya juga bisa meningkat melalui program pendampingan PUMP-PB ini. Selain itu program PUMP-PB diharapkan juga menjadi cikal bakal wirausaha perikanan budidaya yang tangguh dan mandiri. Kategori Menu Paket Penerima Bantuan PUMP-PB.

Paket Bantuan Budidaya Laut :

  1. Budidaya rumput laut (longline, rakit apung, lepas dasar)
  2. Budidaya ikan di KJA (kerapu, kakap, bawal bintang)
  3. Budidaya Air Payau (policulture udang, bandeng, dan rumput laut; budidaya ikan, budidaya bandeng, budidaya udang windu / vannamei, budidaya rumput laut di tambak,dan budidaya ikan kerapu di tambak).
  4. Budidaya Air Tawar (budidaya ikan patin di KJA dan kolam, budidaya nila di KJA dan kolam, budidaya lele di kolam tanah dan terpal, budidaya gurame di kolam, budidaya ikan mas di kolam, karamba dan KJA, budidaya sidat/belut, budidaya udang galah, dan budidaya minapadi.
  5. Pembenihan Laut/Air Payau (pembenihan bawal bintang, kakap putih, kerapu bebek, kerapu macan, kuda laut, bandeng, udang windu, udang vannamei, kebun bibit Eucheuma cottonii dan Gracillaria sp di tambak).
  6. Pembenihan air tawar (pembenihan ikan patin, lele, mas, nila, tawes, sidat/belut, udang galah, dan gurame).

Sumber : Ditjen Perikanan Budidaya

Comments

comments