Kerapu yang dikenal dengan nama asingnya grouper ini merupakan ikan yang dapat dibudidayakan di dua tempat yaitu budidaya laut dan budidaya tambak. Namun perkembangan budidaya sangat baik jika dilakukan di perairan laut. Jika melihat produksinya, budidaya kerapu berkembang dengan baik. Produksi ikan kerapu selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu tahun 2008 sebesar 5.005 ton, tahun 2009 sebesar 8.791 ton dan tahun 2010 sebesar 10.301 ton.

Produksi ikan kerapu di Indonesia tersebar hampir di setiap provinsi di Indonesia. Produksi ikan kerapu untuk ukuran konsumsi, terbesar terletak di Provinsi Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Aceh dan Lampung. Produksi ikan kerapu dari budidaya pada dasarnya dapat lebih dikembangkan lagi. Hal ini jika melihat beberapa hal yang mendukung perkembangan budidaya kerapu tersebut baik factor dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Berikut ini antara lain beberapa hal-hal yang seharusnya budidaya ikan kerapu dapat berkembang lebih baik lagi, yaitu :

Budidaya laut di Indonesia salah satu sektor yang pertumbuhannya pesat

Selama ini pertumbuhan dan pertkembangan produksi budidaya laut lebih banyak dipengaruhi oleh produksi rumput lautnya terutama jenis Euchema cottonii. Namun apabila dilihat dari sisi nilainya maka tidak hanya rumput laut tapi komoditas lain pada budidaya rumput laut akan muncul. Salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi adalah ikan kerapu. Perkembangan ikan kerapu selama beberapa tahun belakangan cukup pesat. Pada tahun lalu, tahun 2010, produksi kerapu mencapai 10.397 ton.

Pemanfaatan lahan di laut untuk budidaya masih sangat kecil

Potensi budidaya laut di Indonesia merupakan yang terbesar dibandingkan dengan budidaya lainnya. Potensi budidaya laut di Indonesia mencapai total luas lahan sebesar 3.776.000 Ha, sementara lahan yang dimanfaatkan hanya sekitar 45.676 Ha atau sekitar 1,21 % tingkat pemanfaatannya.

Pemanfaatan Lahan Budidaya di Indonesia

Jenis Budidaya Lahan Potensi (Ha) Pemanfaatan Lahan (Ha) Tingkat Pemanfatan (%)
Budidaya Laut 3.776.000 45.676 1,21
Budidaya Air Payau 1.225.000 682.725 55,73
Budidaya Air Tawar 2.230.500 399.639 17,91

Sumber : Statistik Perikanan Budidaya 2009

Permintaan dunia cenderung meningkat (35.000 ton/th)

Salah alasan mengapa melakukan kegiatan budidaya kerapu adalah bahwa kerapu merupakan komditas ekspor yang sangat digemari. Permintaan akan ikan kerapu setiap tahunnya mengalami peningkatan. Permintaan akan komoditas kerapu mencapai 35.000 ton per tahunnya. Jika dibandingkan dengan produksi nasional Indonesia pada tahun 2010 dengan asumsi semuanya diekspor maka produksi kerapu nasional hanya memenuhi sekitar 30% permintaan pasar dunia.

Harga Kerapu yang tinggi (US$ 25 – US$ 125 )

Hampir seluruh komoditas budidaya laut merupakan komoditas ekspor yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Harganya dipasaran dunia sangat baik dibandingkan dengan ikan air tawar. Begitu pula dengan yang kerapu, harganya dipasaran dunia mencapai US$ 25 – US$ 125 dan Indoensia merupakan salah satu ekspotir ikan kerapu terbesar di dunia. Pemasaran ikan kerapu Indonesia tersebar di beberapa Negara, yaitu Jepang, Taiwan, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei dan Filipina.

Tingkat keberhasilan perbenihan dan budidaya cenderung meningkat dan Teknologi sudah dikuasai.

Kerapu memiliki banyak jenisnya antara lain kerapu Tikus/bebek, Kerapu Macan, Kerapu Sunu, Kerapu Kertang, Kerapu lumpur dan lain-lain. Dari sekian banyak kerapu teknologi budidaya kerapu telah dikuasai, baik dari segi pembenihannya maupun pembesarannya dan sekarang telah berkembang ikan kerapu jenis baru, hasil persilangan antara beberapa jenis kerapu. Ikan kerapu hasil persilangan yaitu kerapu Cantang dan kerapu Cantik. Kerapu Cantang adalah kerapu hasil persilangan kerapu macan dan kerapu kertang sementara kerapu Cantik adalah kerapu hasil persilangan kerapu macan dan kerapu batik.

Berkembangnya pembenihan skala besar dan kecil/HSRT

Pembenihan ikan kerapu sekarang tidak lagi dilakukan dengan skala besar. Saat ini sudah banyak berkembang pembenihan ikan kerapu skala kecil dengan model HSRT atau Hatchery Skala Rumah Tangga. Pembenihan skala rumah tangga tersebar di 7 daerah, yaitu Lampung, Jawa Timur, Banten, Maluku, Bali, Jawa Tengah dan Sulawesi. Pembenihan dengan skala rumah tangga atau HSRT terlengkap ada di provinsi Jawa Timur mulai dari HSRT skala kecil, HSRT sepenggal dan HSRT lengkap.

SEBARAN HATCHERY SKALA RUMAH TANGGA DI INDONESIA

Propinsi

HSRT (unit)
Skala Kecil Sepenggal Lengkap
Lampung - 17 3
Jawa Timur 43 9 12
Banten - 1 -
Maluku - 3 -
Bali - 18 5
Jawa Tengah - 7 -
Sulawesi - 4 -

Sumber : Dit. Perbenihan DJPB

Perkembangan pembenihan kerapu begitu menjanjikan hal ini didukung oleh mudahnya membuat tempat untuk membenihkan kerapu. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa tempat pembenihan kerapu mudah dilakukan, antara lain :

a) Sederhana, pengelolaan dari telur sampai ukuran 1 inci (sepenggal)
b) Wadah dan sarana sederhana dan standar minimal
c) Jumlah karyawan sedikit (2-4 orang)
d) Jumlah bak larva sedikit (4-6 bh)

Adanya Sentra pembenihan kerapu

Sentra pembenihan kerapu telah berkembang dibeberapa wilayah yang siap mensuplai kebutuhan akan benih kerapu untuk pembesaran. Sentra pembenihan kerapu di Indonesia terletak di Situbondo – Jawa Timur, Gondol – Bali, Lampung dan Ambon – Maluku. Kebutuhan akan benih kerapu yang selama ini masih mengandalkan benih dari alam, diharapkan dengan adanya sentra pembenihan ikan kerapu dapat memenuhi kebutuhan akan benih kerapu sehingga proses budidaya ikan kerapu dapat terus berlangsung tanpa terhambat oleh factor benih yang didapat dari alam.

Sumber : Ditjen Perikanan Budidaya

Comments

comments