Jika kita berkunjung ke kabupaten minahasa utara maka akan kita temui banyak rumah makan-rumah makan disepanjang jalan ibukota kabupaten ini.Banyak menu yang disajikan oleh rumah makan yang tersebar disepanjang jalan ibukota kabupaten ini. Menu yang disajikan ternyata berupa ikan. Masyarakat di kabupaten ini memang dikenal sangat menggemari ikan sebagai menu santapannya. Salah satu ikan yang disajikan adalah ikan Bobora. Wah, ikan bobora? Ikan jenis apa tuh? Inilah yang mungkin akan terlintas dibenak kita ketika mendengar nama ikan tersebut.

Ikan bobora dalam taksonomi masuk dalam kategori famili Carangidae dengan spesies Gnathanodon sp dan di Indonesia dikenal dengan nama ikan kuwe. Jadi, tidak usah heran karena ikan ini sudah sangat umum kita kenal yaitu ikan kuwe yang sudah dapat dibudidayakan. Sedangkan Bobora adalah nama daerah ikan jenis ini. .

Ikan bobora mulai dilirik oleh para pembudidaya. Hal ini merujuk pada pangsa pasar ikan tersebut yang ada. Ikan ini menjadi salah satu kegemaran para penggemar ikan di minahasa utara. Ikan bobora sejak tahun lalu pembudidayaannya mulai berkembang. Ikan Bobora atau ikan kuwe adalah ikan yang hidup di perairan dangkal dan berkarang. Budidaya ikan ini dapat dilakukan dengan metode karamba jaring apung. Lokasi budidaya yang cocok untuk budidaya ikan kuwe terletak di teluk yang terlindungi dari ombak dan badai serta memiliki pergantian massa air yang cukup baik.

Ikan kuwe termasuk ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang tinggi dibandingkan dengan jenis ikan laut lainnya dan memiliki kemampuan hidup dengan kepadatan yang tinggi. Pakan utama ikan ini dapat berupa ikan rucah dan pakan dari jenis crustacea. Dengan menggunakan wadah budidaya karamba jaring apung panen ikan kuwe dapat diatur menyesuaikan kebutuhan pasar. Ikan kuwe masa pemeliharaan budidayanya dengan menggunakan benih berukuran 20 – 25 kg dan kepadatan tebar 150 ekor/m2 dapat dipanen setelah masa pemeliharaan selama 5 – 6 bulan. Perlu diperhatikan dalam berbudidaya ikan kuwe dengan kepadatan tebar tersebut di atas yaitu ketika ikan sudah berumur 3 bulan dan mempunyai bobot lebih dari 250 kg, padat penebaran perlu dikurangi sampai kepadatan tebar menjadi 100 ekor/m2.

Budidaya ikan kuwe yang menguntungkan, tentu menjadi daya tarik para pembudidaya. Melihat potensi pengembangan ikan kuwe yang cukup bagus, kabupaten minahasa utara yang dikenal memiliki beragam jenis budidaya ini, mulai mengembangkan budidaya ikan kuwe dengan wadah karamba jaring apung. Daerah yang potensial untuk pengembangan budidaya ikan kuwe antara lain adalah teluk ratatotok dan teluk kora-kora di kecamatan likupang. Selama budidaya ikan kuwe hanya ditemui di Indonesia bagian timur. Hal ini karena daerah di Indonesia bagian timur yang kepulauan sangat cocok untuk pengembangan budidaya ikan kuwe.

Sumber : Ditjen Perikanan Budidaya

Comments

comments