Program pembangunan perikanan budidaya fokus pada 10 (sepuluh) komoditas utama yang salah satunya adalah ikan patin yang memiliki beberapa keunggulan dimana ikan ini tidak membutuhkan perairan yang mengalir untuk mempercepat pertumbuhannya. Pada perairan yang tidak mengalir dengan kandungan oksigen rendahpun, sudah memenuhi syarat untuk membesarkan ikan ini (Khairuman,SP, 2005).

Ikan patin merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, dengan ciri-cirinya bentuk tubuh agak memanjang, kepala berbentuk simetris, membundar dan melebar, badan licin tidak bersisik, mulut lebar berada di sub terminal, mempunyai 2 pasang sungut yang berfungi sebagai indera peraba, mata relatif besar terletak agak ke bawah. Warna tubuh putih keperak–perakan dan punggung keabu–abuan.

Ikan patin dikenal sebagai komoditi yang berprospek cerah, karena memiliki harga jual yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan ikan patin mendapat perhatian dan diminati oleh para pengusaha untuk membudidayakannya. Di Indonesia, wilayah pengembangan budidaya patin tersebar di beberapa provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat dengan produksi pada Tahun 2009 mencapai 132.600 ton dan target produksi hingga Tahun 2014 mencapai 550.000 ton (Ditjen Perikanan Budidaya, 2009).

Ikan patin (Pangasius pangasius) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang masih tergolong kerabat lele, karena termasuk ke dalam kelompok Siluridae. Kerabat ikan patin di Indonesia cukup banyak, diantaranya : Pangasius polyuranodo (ikan juaro), Pangasius macronema, Pangasius micronemus, dan Pangasius nasutus. Jenis ikan patin yang banyak dibudidayakan dan berkembang di wilayah Indonesia mencakup patin siam (Pangasianodon hypopthalmus), patin jambal (Pangasianodon djambal) dan patin pasupati (hasil persilangan jantan jambal dan betina siam) yang memiliki beberapa keunggulan seperti : pertumbuhan cepat, tahan terhadap penyakit dan mudah beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Ada beberapa wadah pemeliharaan untuk usaha budidaya ikan patin yang telah berkembang di masyarakat yaitu usaha budidaya di kolam, KJA dan karamba. Budidaya ikan patin di karamba mendatangkan berbagai manfaat diantaranya sebagai berikut :

1. Terbukanya kesempatan/peluang usaha bagi masyarakat di sekitar lokasi budidaya.
2. Sebagai sumber penyediaan protein hewani.
3. Sebagai ikan hias bagi para hobies

Bagi yang memerlukan juknis Budidaya Ikan Patin di Karamba silahakan download link berikut.

Download : Panduan Budidaya Patin di Karamba Budidaya Patin di Karamba (Bag I), Budidaya Patin di Karamba (Bag II) dan Budidaya Patin di Karamba (Bag III)

Sumber : Ditjen Perikanan Budidaya

Comments

comments