Aeromonas hydrophila adalah salah satu bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit pada ikan yang dipelihara dengan sistem intensif.

Bahaya utama yang dapat dimunculkan oleh bakteri ini adalah bahwa dia dapat menyerang ikan yang masih berukuran sebesar jari manusia untuk kemudian menyebabkan kematian massal.

Berbagai cara untuk mengatasi penyakit ini telah banyak dilakukan, baik itu melalui pengobatan kimia maupun melalui pemberian antibiotik.

Kelemahan dari kedua cara ini adalah bahwa mereka dapat menyebabkan resistensi pada ikan, memakan biaya yang tidak murah serta dapat meracuni ikan.

Beberapa bentuk pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan cara memvaksin ikan supaya daya tahan tubuh ikan dapat ditingkatkan.

CARA PEMBERIAN

Vaksinasi terhadap ikan dapat diberikan melalui 3 cara, yaitu disuntikkan, perendaman serta mencampurkan vaksin ke dalam pakan ikan.

Cara yang paling sering digunakan adalah perendaman dikarenakan cara ini dipandang lebih sederhana dan mudah untuk dilakukan.

Benih ikan sebanyak 5.000 ekor dapat ditampung didalam bak berkapasitas air sebesar 1m3 dimana dosis vaksin yang dicampurkan kedealamnya adalah sebesar 25 cc.

Proses perendaman dilakukan selama 30 menit sebelum benih ikan tersebut kembali dimasukkan ke dalam kolam.

TEKNIK PEMBUATAN

Vaksin hidrovet terbuat dari biakan murni aeromonas hydrophila yang dipelihara didalam triptic soy agar (TSA). Biakan tersebut dipelihara didalam wadah bersuhu kamar (37 derajat C) selama 1 hari penuh.

Bakteri ini dapat dipanen dengan menerapkan sistem kering untuk kemudian mereka dilarutkan ke dalam phosphate buffer salime steril. Bakteri yang telah dipanen dapat dinonaktifkan dengan cara diberikan fenol sebesar 0,5 % dan dapat segera dismpan.

Bakteri ini masih layak untuk digunakan meskipun telah disimpan dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan.

Sumber : Info Agribisnis

Comments

comments