Produksi Gabus

Bentuk kepalanya menyerupai ular, sehingga dalam bahasa inggris ikan ini dikenal dengan nama snakehead murrel. Meski mirip ular, ikan gabus tidaklah seseram nama inggrisnya. Ikan gabus di alam banyak ditemukan di sungai-sungai atau perairan umum. Di Indonesia, ikan gabus termasuk jenis yang digemari dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan gabus dijual dalam bentuk hidup, segar maupun diolah menjadi ikan gabus asin, ikan gabus asap, bakso, empek-empek atau kerupuk/kemplang. Ikan gabus kini juga dikembangkan dalam bidang kesehatan karena kandungan albuminnya yang sangat tinggi.

Berdasarkan catatan, pada tahun 2007 tangkapan ikan gabus di perairan umum sebesar 30.300 ton atau turun 2,87% dibandingkan tangkapan tahun 2006 yaitu sebesar31.194 ton. Sebagian besar pasokan ikan gabus yang ada di pasaran berasal dari hasil tangkapan dari perairan umum. Pada kurun 2002-2007 terjadi kenaikan produksi ikan gabus yang berasal dari perairan umum sebesar 2,04% dengan volume tangkapan tertinggi terjadi pada tahun 2004 mencapai 41.014 ton.

Ikan gabus memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Kandungan gizi 100 gram berat dapat dimakan dari ikan dari ikan gabus segar dapat dilihat pada Tabel.

Albumin Sangat Penting Bagi Tubuh

Ikan gabus dikenal memiliki kandungan albumin yang sangat tinggi. Albumin merupakan salah satu jenis protein penting yang sangat diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka. Albumin juga berfungsi mempertahankan regulasi cairan dalam tubuh. Bila kadarnya rendah, protein yang masuk ke dalam tubuh akan pecah, dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan, penyerapan obat-obatan yang seharusnya berfungsi menyembuhkan, tak akan maksimal.

Banyak penelitian yang telah menunjukkan khasiat albumin dari ikan gabus. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, MS pada tahun 2003 menyimpulkan bahwa kandungan albumin pada ikan gabus berpotensi untuk menggantikan serum albumin yang harganya cukup mahal (Rp1,3 juta per 10 ml). Albumin berfungsi dalam pembentukan sel baru dan merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen. Di dalam ilmu kedokteran, albumin ini dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah, misalnya operasi atau pembedahan.

Manfaat ikan gabus untuk mempercepat perbaikan status gizi juga telah diteliti oleh Dr.dr. Sri Adiningsih, MS, MCN, akademisi dari Universitas Airlangga dan Prof. Dr. dr. Nurpudji A. Taslim, MPH, SpGK, ahli gizi dari Universitas Hasanudin. Untuk meningkatkan asas kepraktisan, Dr. Nurpudji bahkan telah mengembangkan suplemen tersebut dalam bentuk kapsul.

Ekstrak Albumin dari Malang dan Semarang

Manfaat ikan gabus dalam bidang kesehatan mendorong dua tenaga medis asal Malang Ny Endang Uriati Arief dan Florentinus Nurtitus, S.Si.T asal Semarang untuk memproduksi ekstrak gabus. Endang Uriati telah menekuni usaha ini sejak tahun 1997. Ia memproduksi esktrak ikan kutuk/gabus dengan merek Sari Ikan Kutuk Alkuten di rumahnya Jalan Raya Pakishaji Nomer 3, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Dalam sehari, Endang Uriati  pensiunan paramedis RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) ini dalam sekali proses produksi dapat menghasilkan 38 bungkus albumin ukuran 70 gram dari 25 kg ikan gabus. Harga albumin ukuran 70 gram ditawarkan kepada konsumen dengan harga Rp60.000. Pasokan bahan baku ikan gabus untuk produksinya berasal dari warga dan pedagang ikan di sekitar Malang dan Sidoarjo dengan harga pada kondisi normal berkisar antara Rp35.000-40.000/kg, sementara pada saat musim ikan harganya berkisar antara Rp25.000-30.000/kg.

Menurut Endang, mengkonsumsi ekstrak gabus dapat menghemat biaya pengobatan jika dibandingkan dengan HAS (Human Serum Albumin) yang harganya sekitar 1,9 juta per 100 ml, cukup dengan 6-7 bungkus albumin sekitar Rp. 400 ribu, penyakit pasien berangsur-angsur pulih.

Melalui CV. Alkuten, Endang telah memasarkan produknya hampir ke  seluruh wilayah  Indonesia, bahkan sampai ke Jepang, Arab, dan Belanda. Khasiat dan kegunaan ekstrak albumin yang dihasilkan oleh ibu Endang diantaranya: mempercepat penyembuhan luka dalam dan luar, membantu proses penyembuhan pada penyakit: Hepatitis, TBC/ infeksi paru, Nephrotic Syndrome, tonsilitas, typus, diabetes; menghilangkan oedem (pembengkakan); memperbaiki gizi buruk pada bayi, anak dan ibu hamil; dan membantu penyembuhan autis. Sementara itu, cara pemakaian ekstrak albumin ikan gabus yaitu: untuk pencegahan dimakan 1 kali sehari dengan ukuran 17,5 gram, sementara untuk penyembuhan dimakan 2 kali sehari dengan ukuran 17,5 gram.

Semarang juga punya ekstrak ikan gabus. Florentinus Nurtitus, seorang ahli gizi (dietician) di Rumah Sakit Elizabeth Semarang, berhasil memproduksi dan memasarkan ekstrak ikan gabus dengan merek  Sari Mina sebagai suplemen makanan tambahan bergizi tinggi di Kota Semarang. Sari Mina adalah produk olahan ikan gabus dalam bentuk ekstrak filtrasi beku yang telah diproses dengan sistem tertentu sehingga nilai gizinya sama dalam tiap kemasannya.

Sari Mina dipasarkan dalam ukuran 50cc/ bungkus, dikemas dalam kantung plastik dan disimpan dalam kondisi beku (< – 100C) agar tahan lama dan kualitasnya terjaga. Sari Mina telah banyak digunakan pasien rawat inap maupun rawat jalan sejak awal tahun 2004 di RS Elizabeth Semarang. Sari Mina ukuran 50cc dipasarkan dengan harga Rp55.000. Hingga saat ini, Florentinus enggan mengolah ikan gabus dari hasil budidaya dan gabus laut. Menurutnya, gabus hasil tangkapan dari perairan umum dinilainya memiliki kandungan protein paling tinggi.

Sumber : Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan

Comments

comments