VIVA.co.id – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil membuat alat pengasapan lele secara otomatis. Pengasapan merupakan salah satu teknologi pengolahan ikan yang dapat meningkatkan nilai ekonomis serta daya tahan ikan. Proses pengasapan ikan merupakan gabungan aktifitas penggaraman, penggeringan dan pengapasan.
Pengasapan ikan dilakukan pada suhu 65 hingga 80 derajat celcius selama 3-4 jam. Untuk menghasilkan asap, sebaiknya dipakai jenis kayu yang keras (nonresinous) atau sabut dan tempurung kelapa.

Aneka olahan ikan asap seperti lele dapat dihasilkan tanpa menggunakan bahan pengawet sama sekali. Salah satu produk ikan asap yang sekarang sedang marak dikalangan masyarakat adalah lele asap, yaitu produk ikan asap dari ikan lele segar, yang diasapkan kemudian dikemas sehingga dapat awet, bahkan menjadi produk unggulan makanan tradisional yang memiliki cita rasa yang khas.

Selama ini pembuatan asap lele masih memakai alat tradisional, menggunakan arang dan dedaunan guna memunculkan asap yang dapat mengasapkan ikan lele.

Dengan metode pengasapan tradisional ini, pelaku usaha menemui sejumlah hambatan seperti keterbatasan peralatan yang tersedia (masih manual) sehingga mutu produk yang dihasilkan kurang baik terutama saat memproduksi dalam jumlah besar.

Untuk itu, tim mahasiswa Fakultas MIPA UNY, yaitu Ningtyas Yuniar Respati, Enny Dwi Cahyanti, dan Doni Bowo Nugroho berinovasi dengan membuat APELO (Alat Pengasap Lele Otomatis). Alat ini akan mempermudah pelaku usaha lele asap dalam memproduksi lele asapnya.
Dengan teknologi pengasapan otomatis, suhu yang terkontrol dan bentuk dari tabung alat guna mempertahankan kualitas tekstur lembut dan bentuk ikan lele sehingga kualitas asap jauh lebih baik dari pada menggunakan alat konvensional ataupun pemanggang.

Ningtyas menerangkan APELO merupakan inovasi teknologi untuk memudahkan dan meningkatkan kualitas hasil pengolahan lele asap. Dengan penggunaan sistem otomatis itu, diharapkan proses dan hasil pengolahan pengasapan lele dapat lebih maksimal.

“APELO dirancang dengan komposisi menggunakan sistem otomatis untuk melakukan pengasapan terhadap lele. Alat ini memanfaatkan mikrokontroler ATMega8 sebagai control yang hemat energi dan efesien. Selain itu APELO juga menerapkan bahan-bahan yang ramah lingkungan untuk membuat teknologi,” katanya, Selasa 24 Maret 2015.

Pada tahap perancangan desain alat, tentunya mengacu pada tiga hal penting yaitu fungsi, estetika, dan biaya. Pertimbangannya, APELO merupakan teknologi baru yang harus merujuk pada kebutuhan pasar.

APELO memenuhi kebutuhan lele asap di era modern, dan menunjang kegiatan para penjual sampai membantu kegiatan rumah tangga dalam pembuatan lele asap. APELO ini dirancang sedemikian rupa sehingga dalam penggunaan sangat mudah.

“Alat ini juga didesain portabel, maka dari itu untuk keperluan apapun dan jika penggunaan dilakukan tidak hanya satu tempat dengan berpindah-pindah, alat ini sangat mendukung,” ucapnya.

Selain itu pembuatan alat ini relatif murah, sehingga akan terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.

“Selain penggunaan yang lebih efisien, aspek higienis juga akan diperoleh ketika menggunakan alat ini,” tutur dia. (ren)

Sumber : VIVA.co.id

Comments

comments