Karena alasan kekhawatiran terhadap tingginya kadar kolesterol, banyak orang yang menghindari makan udang. Berdasarkan riset mengenai hubungan udang dan tingkat kolesterol darah, menghindari makan udang karena alasan tersebut sesungguhnya kurang tepat.

Karena alasan kekhawatiran terhadap tingginya kadar kolesterol, banyak orang yang menghindari makan udang. Berdasarkan riset mengenai hubungan udang dan tingkat kolesterol darah, menghindari makan udang karena alasan tersebut sesungguhnya kurang tepat.

Kenyataannya, udang memang memiliki kandungan kolesterol yang tinggi, misalnya kandungan kolesterol pada udang Vannamei yang mencapai 152 mg dalam 100 gram daging. Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan untuk membandingkan efek dari diet dengan udang dan diet dengan telur, ternyata ditemukan hasil lain yang lebih penting dari sekedar kandungan kolesterol yang tinggi dalam udang. Penelitian dilakukan terhadap orang-orang dengan kadar lemak normal. Satu kelompok mengonsumsi 300 gram udang per hari, sedangkan kelompok yang lain mengkonsumsi 2 butir telur setiap harinya.

Setelah periode penelitian, kelompok yang mengonsumsi udang mengalami peningkatan LDL sebesar 7% dan peningkatan HDL sebesar 12%.Kelompok yang mengonsumsi telur mengalami peningkatan LDL sebesar 10% dan peningkatan HDL sebesar 7%.Hasil ini menunjukkan bahwa diet dengan udang secara signifikan meningkatkan rasio total HDL dan menurunkan rasiototal LDL dibandingkan diet dengan telur. Disamping itu, pada kelompok diet udang, kadar trigliserida dalam darah menurun sebesar 13%.

Sumber : Pusat Informasi Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan

Comments

comments