Nilai tukar pembudidaya atau biasa disebut sebagai NTPi adalah pengukur kemampuan tukar barang-barang (produk) perikanan budidaya dengan barang dan jasa yang diperlukan pembudidaya untuk konsumsi rumah tangga dan keperluan dalam memproduksi produk perikanan budidaya. NTPi merupakan perbandingan antara Indeks harga yg diterima pembudidaya (It) dengan Indeks harga yg dibayar pembudidaya (Ib),untuk konsumsi rumah tangganya dan keperluan dalam memproduksi produk perikanan budidaya.

Secara rumus NTPi dijabarkan sebagai berikut :

NTPi = (It/Ib) x 100

Dimana:

NTPi = Nilai Tukar Pembudidaya

It = Indeks harga yang diterima pembudidaya

Ib = Indeks harga yang dibayar pembudidaya

NTP > 100, berarti pembudidaya mengalami peningkatan daya beli karena kenaikan harga produksi lebih besar dari kenaikan harga input produksi dan konsumsi rumahtangganya.

NTP = 100, berarti pembudidaya mengalami impas. Kenaikan/penurunan harga produksinya sama dengan persentase kenaikan/penurunan harga input produksi dan barang konsumsi rumahtangganya

NTP< 100, berarti pembudidaya mengalami defisit/penurunan daya belinya, karena kenaikan harga produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga input produksi dan barang konsumsi rumahtangganya.

NTPI merupakan hasil bagi It/Ib x 100, akan menghasilkan angka <100 ; sama dengan 100 dan >100 tergantung It itu lebih kecil atau lebih besar dari Ib. Angka indeks yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai indikator peningkatan kemampuan tukar produksi dengan barang &jasa yang dibeli untuk keperluan produksi dan konsumsi rt, dapat dlihat perkembangan Indeks. Sehingga dengan melihat angka NTPi dapat dilakukan penentuan kebijakan di bidang perikanan budidaya.

NTPI naik berarti kenaikan It lebih tinggi dari kenaikan Ib (atau penurunan It lebih rendah dari penurunan Ib). Perhatikan kenaikan It ,apakah karena produksi sedang turun (adanya musibah, terkena hama dsb). Perhatikan juga komoditi yang mempunyai bobot kenaikan terbesar,dan komponen biaya serta konsumsi yang mempunyai bobot tertinggi sehingga dapat diketahui sebab naiknya NTPi. Ketika NTPI turun yang berarti kenaikan It lebih rendah dari kenaikan Ib maka perlu adanya kebijakan seperti subsidi pakan, bibit, dan lain-lain. Jika It cenderung turun perlu kebijakan tata niaga, perlu beberapa subsidi untuk mengurangi ketergantungan pada juragan-juragan. Kenaikan Ib yang significan, perlu bantuan pemerintah untuk meningkatkan daya beli pembudidaya ikan.

Jadi dengan hanya melihat angka yang ditunjukan NTPi dapat dilihat tingkat kesejateraan pembudidaya ikan dan dengan NTPi juga dapat dilihat kebijakan apa yang diperlukan untuk pembangunan perikanan budidaya kedepannya.

Sumber : Ditjen Perikanan Budidaya

Comments

comments