Ikan mas merupakan ikan air tawar yang memiliki konsumen cukup besar, terutama di Jawa, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan serta Sulawesi Utara. Minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan mas semakin meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi ikan yang saat ini terus dicanangkan pemerintah dalam rangkah peningkatan konsumsi ikan oleh masyarakat. Bahkan di Sumatera Utara ikan mas menjadi sangat penting keberadaannya ketika acara adat suku Batak digelar.

Budidaya ikan mas semakin berkembang dan diminati oleh masyarakat untuk dikembangkan dalam bentuk usaha, baik itu usaha pembenihan maupun pembesarannya. Ikan mas termasuk ikan konsumsi yang tergolong mudah dalam pembenihan dan pemeliharaannya karena cenderung bersifat adaptif (mudah menyesuaikan diri) terhadap lingkungannya, pertumbuhannya cepat, dan tahan terhadap berbagai jenis penyakit serta mempunyai peluang usaha yang potensial untuk dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat.

Peningkatan penduduk Indonesia yang cukup besar setiap tahunnya berdampak pada meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap ikan mas yang cukup besar pula. Berapapun produksi yang dihasilkan, pada umumnya dapat diserap oleh pasar. Dengan kata lain, pangsa pasar ikan mas termasuk benihnya masih sangat terbuka bagi para pemain baru yang ingin berusaha dalam pembesaran ikan mas.

Menurut data Produksi dan Realisasi Komoditas Revitalisasi Perikanan Sulawesi Utara, untuk sasaran komoditas Ikan Mas tahun 2010 adalah 8.705 ton, sementara realisasinya hanya 1.654,8 ton. Kecilnya realisasi produksi dari komuditas ikan mas sementara permintaan konsumen cukup besar disebabkan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku usaha di bidang budidaya belum terampil disamping persoalan lainnya sehingga perlu adanya peningkatan keterampilan pembudidaya ikan melalui pendidikan non formal atau pelatihan.

Pengembangan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan merupakan salah satu hal yang mutlak diperlukan untuk dapat mengembangkan sektor kelautan dan perikanan secara optimal dan berkelanjutan dalam mendukung Visi dan Misi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yaitu Indonesia sebagai penghasil produk perikanan terbesar tahun 2015 dan mensejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan. Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Aertembaga yang merupakan salah satu unit pelaksana teknis Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM-KP), mempunyai tugas mewujudkan Sumber Daya Manusia perikanan yang terampil dan mampu mengelola usaha perikanan.

Untuk maksud tersebut, Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga Bitung melaksanakan Pelatihan Pembenihan Ikan Mas dengan melatih 30 (tiga puluh) orang masyarakat pembudidaya pada tanggal 25 s.d 30 April 2011. Peserta berasal dari 5 (lima) wilayah pengembangan Balai Pendidikan Dan Pelatihan Perikanan Aertembaga terutama daerah kawasan Minapolitan dari Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Gorontalo dan Provinsi Kalimantan Timur. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap masyarakat pembudidaya dalam melaksanakan usaha pembenihan ikan mas.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Diklat Perikanan Aertembaga, yang dalam sambutannya mengharapkan agar peserta selaku pelaku usaha dibidang budidaya perikanan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Selanjutnya diharapkan dari 30 peserta pelatihan dapat lahir pelaku-pelaku usaha budidaya perikanan khususnya dalam bidang pembenihan yang berhasil dikemudian hari dengan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan, ungkap Kepala Balai.

Materi yang diperoleh selama mengikuti diklat diharapkan dapat menjadi bekal untuk diaplikasikan dan sebagai solusi dalam menghadapi permasalahan dilapangan. Kegiatan pelatihan ini juga menjadi ajang tukar pengalaman dan informasi baik antara sesama peserta maupun dengan widyaiswara/instruktur/pelatih.

Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dengan menjadi pelaku utama dibidang budidaya yang akhirnya dapat meningkatkan produksi perikanan sebagai penunjang dalam mencapai visi dan misi Kementerian Kelauatan dan Perikanan yang telah ditetapkan.

** Humas BPPP Aertembaga

Comments

comments