Sulawesi Tenggara merupakan provinsi yang memiliki potensi pengembangan budidaya, baik budidaya laut, budidaya air payau maupun budidaya air tawar. Potensi budidaya lautnya mencapai 207.299 ha. Potensi budidaya air payaunya mencapai 44.669 ha. Sedangkan budidaya air tawarnya memilki potensi pengembangan sebesar 31.231 ha.

Sulawesi tenggara memiliki garis pantai yang cukup panjang. Panjang garis pantai provinsi ini mencapai 1.740 km. Provinsi ini memiliki lahan yang berpotensi untuk pengembangan budidaya rumput laut, kerapu, teripang dan kekerangan. Masing-masing komoditas memiliki luas potensi, yaitu 82.115 ha, 45.692 ha, 23.388 ha dan 56.064 ha. Pengembangan budidaya laut provinsi ini masih terbuka lebar karena hanya sedikit saja lahan potensial yang sudah dimanfaatkan oleh pembudidaya.

Potensi Lahan Budidaya Laut

No.    Jenis Kegiatan Budidaya                      Jumlah (Ha)

1.       Rumput Laut                                              82.155

2.       Keramba Jaring Apung (KJA)            45.692

3.        Teripang                                                    23.388

4.       Mutiara                                                       56.064

Total                       207.299

Komoditas budidaya air payau di provinsi yang dikembangkan di provinsi ini antara lain udang dan bandeng. Potensi pengembangan budidaya air payau di provinsi ini yang berupa kawasan hutan mangrove dan pasang surut yang dapat dikonversi menjadi tambaj sebesar 44.669 ha. Sama halnya dengan budidaya air payau potensi lahan yang ada, hanya sedikit yang telah dikembangkan untuk budidaya udang dan bandeng yang menggunakan teknologi tradisional, tradisional plus dan intensif.

Potensi budidaya air tawar Sulawesi tenggara berupa kawasan yang memiliki sumber air sepanjang tahun memiliki luas berkisar 31.231 ha yang dapat dikonversi menjadi kolam air tawar sebesar 20.875 ha. Komoditas air tawar yang sudah dikembangkan dikembangkan di provinsi ini, yaitu ikan mas, nila dan lele. Sama seperti potensi budidaya laut dan budidaya air payau, potensi budidaya air tawar juga masih sedikit yang dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya air tawar.

Sumber : Ditjen Perikanan Budidaya

Comments

comments