Direktorat Jenderal Perikanan budidaya yang memiliki tantangan untuk meningkatkan produksi perikanan sebanyak 353 persen pada tahun 2015. Program untuk mencapai hal tersebut dibagi dalam tiga kegiatan utama yaitu peningkatan luas lahan budidaya dengan pencetakan lahan baru dan memanfaatkan kembali lahan-lahan yang tidak dikembangkan, penggunaan teknologi yang lebih baik agar produktivitas meningkat tanpa mengurangi kesimbangan lingkungan dan terakhir, dengan penganekaragaman jenis ikan yang dibudidayakan. Dengan tiga program di atas, diharapkan dapat mencapai target yang telah ditetapkan agar Indonesia menjadi penghasil produk perikanan terbesar di dunia.

Berdasarkan statistik perikanan budidaya tahun 2009 yang telah ditetapkan, produksi perikanan budidaya mencapai 4.708.565 ton meningkat 22,14% dibandingkan dengan tahun 2008 yang sebesar 3.855.200 ton atau meningkat 853.365 ton.

Peningkatan produksi perikanan budidaya ini jika dilihat secara komoditas adalah karena adanya peningkatan beberapa komoditas yaitu rumput laut yang meningkat sebesar 38,16 persen, ikan kerapu 75,64 persen, ikan kakap 46,42 persen, ikan bandeng 18,31 persen, ikan lele 26,57 persen, ikan gurame 26,25 persen, ikan nila 11,12 persen, ikan patin 7,51 persen, ikan mas 2,87 persen. Sementara komoditas yang mengalami penurunan adalah udang windu sebesar 7,68 persen, udang vaname 18,06 persen dan ikan lainnya sebesar 20,69 persen. Penurunan pada komoditas udang lebih disebabkan karena adanya penyakit pada komoditas udang yang terjadi pada tahun 2009.

Hal ini jika dibandingkan dengan angka perkiraan yang pernah ditetapkan oleh ditjen perikanan budidaya tidaklah jauh meleset yaitu sebesar 4.780.100 ton atau mencapai 98,5% dibandingkan dengan angka realisasinya atau kurang 71.535 ton dari angka perkiraan.

Secara umum komoditas perikanan di tahun 2009 sesuai mencapai angka perkiraannya bahkan ada yang melebihi angka perkiraan seperti pada komoditas ikan kerapu (165,87%), ikan kakap (139,13%), ikan gurame (120,14%), rumput laut (115,13%), ikan bandeng (112,7%) dan udang windu (101,19%). Sedangkan ikan lain yaitu patin 82,72 %, lele 72,38%, mas 97,99%, nila 85,48% dan udang vaname 75,99%.

Hasil produksi perikanan budidaya ini jika dibandingkan dengan tahun 2008, produksi perikanan budidaya di tahun 2009 ini cukup menggembirakan. Apalagi semua komoditas kecuali udang mengalami peningkatan dan ini cukup menjanjikan. Ditambah lagi masih terbukanya peluang penambahan lahan budidaya yang memiliki potensi pengembangan yang masih luas dan juga penelitian-penelitian yang dilakukan untuk meningkatkan teknololgi perikanan budidaya. Peningkatan produksi ini membuat ditjen perikanan budidaya optimis akan pencapaian di tahun berikutnya dan tahun 2015 mendatang.

Sumber : Ditjen Perikanan Budidaya

Comments

comments