Kegiatan budidaya air tawar merupakan salah satu kegiatan perikanan budidaya yang telah lama berkembang dan merupakan yang pertama kali ada. Pada awalnya kegiatan budidaya air tawar merupakan kegiatan sampingan yang dikerjakan disela-sela waktu melakukan kegiatan mata pencahariannya. Sebagian besar kegiatan budidaya pada waktu itu hanyalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kegiatan budidaya yang dilakukan pun masih sederhana dengan pemberian pakan seadanya dan tanpa pengelolaan yang berarti.
Pada saat awal kemunculannya perikanan budidaya air tawar sebagian besar terletak di halaman pekarangan rumah pembudidaya. Pada saat itu, belum berkembang berbagai macam teknologi budidaya air tawar. Bahkan saat itu para pembudidaya hanya mengenal kegiatan budidaya air tawar yang dilakukan dengan wadah kolam tanah.

Seiring dengan perkembangan teknologi perikanan budidaya air tawar. Kini muncul banyak metode dalam melakukan kegiatan budidaya air tawar. Tidak hanya berupa kolam tanah. Kini kolam sudah berkembang menjadi kolam dengan bak semen/beton, kolam terpal, dan kolam air deras dengan pemeliharaan ikan kepadatan tinggi. tidak hanya itu, saat sekarang teknik budidaya kolam dapat pula dilakukan di sumber perairan langsung seperti pembudidayaan yang dilakukan di sungai, danau, waduk dan sawah.

Di perairan sungai dan waduk/danau kini berkembang budidaya perikanan budidaya air tawar dengan metode karamba yang menggunakan bahan bambu ataupun kayu yang dibentuk menyeruapi kotak dan sebagian ditenggelamkan ke air. Selain itu, juga berkembang metode jaring apung yang menggunakan jaring dan drum sebagai pengapung. Bahkan kini berkembang pula metode pemeliharaan menggunakan karamba jaring tancap dengan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan metode jaring apung. Perkembangan budidaya air tawar juga berkembang dengan mengintegrasikan dengan kegiatan budidaya lainnya seperti kegiatan budidaya bersama-sama dengan pemeliharaan padi yang sering disebut sebagai minapadi.

Lama sudah berkembang perikanan budidaya air tawar kini berkembang banyak sentra-sentra kegiatan budidaya air tawar. Tidak hanya skala rumah tangga, para pengusaha pun ikut berkecimpung untuk berusaha pada kegiatan budidaya air tawar. Menilik pada hasil produksi setiap tahunnya setidaknya ada tujuh provinsi penghasil ikan air tawar dengan berbagai bentuk wadah yang digunakan.

Jawa barat

Tidak bisa dipungkiti jikalau provinsi Jawa Barat adalah sentranya budidaya air tawar di Indonesia. Di provinsi ini kegiatan budidaya air tawar telah menjadi mata pencaharian penduduknya. Perkembangan budidaya air tawarnya berkembang dengan sangat pesat. Banyak terdapat sentra-sentra budidaya ikan komoditas tertentu. Tidak hanya pembesaran, usaha pembenihan pun berkembang dengan sangat pesat. pembenih berkembang pada setiap jenjang perkembangan benih. mulai dari fase telur sampai dengan fase benih siap tebar.

Pada provinsi ini pula terdapat Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar yang menjadi pusatnya riset penelitian komoditas budidaya air tawar. Oleh karenanya tidak mengherankan jikalau perkembangan ikan budidaya air tawarnya sangat pesat. Beberapa komoditas air tawar dengan spesifikasi terbaik lahir disini terutama pada beberapa komoditas utama air tawar.

Seluruh teknik budidaya air tawar yang terdapat di Indonesia sebagian besar mengadopsi apa yang telah dilakukan oleh provinsi ini. Teknik budidaya air tawar dengan berbagai wadah terdapat di provinsi ini. Mulai dari kolam yang sekarang berkembang adanya kolam terpal atau pun kolam air deras, karamba, jaring apung dengan modifikasinya menjadi jaring tancap hingga budidaya dengan metode minapadi ada disini. Sentra-sentra budidaya dengan berbagai wadah tersebut terdapat di beberapa wilayah kabupaten di Jawa Barat dengan karakteristiknya masing-masing.

Hingga sampai dengan saat ini tidak ada yang dapat melampaui hasil total produksi perikanan budidaya air tawar di Jawa Barat. Setiap tahunnya produksi perikanan budidaya Jawa Barat terus meningkat. Pada tahun 2009, produksi perikanan budidaya air tawarnya mencapai sekitar 325.000 ton dan pada tahun ini produksi komoditas air tawarnya mencapai kisaran 400.000 ton. Jika ditilik lebih dalam lagi berdasarkan komoditasnya maka semakin menasbihkan bahwa Jawa Barat memang pantas disebut sentra utama penghasil ikan budidaya air tawar karena sebagian besar penghasil komoditas utama air tawar berada di provinsi ini.

Sumatera Selatan

Ikan patin dan nila adalah andalan perikanan budidaya air tawar provinsi ini. Kedua komoditas andalan provinsi ini sebagian besar dipelihara dalam wadah kolam dan karamba. Beberapa wilayah telah mengembangkan pemeliharaan budidaya ikan air tawar dengan metode kolam air deras yang dapat memelihara ikan dengan kepadatan tinggi. Sebagian wilayah lainnya juga telah mengembangkan teknik budidaya dengan metode karamba jaring tancap.

Sentra perikanan budidaya air tawar provinsi ini terletak di kabupaten Musi Rawas. Mulai dari budidaya kolam, karamba, jaring apung dan minapadi ada di kabupaten ini. Bahkan menjadi penghasil terbesar pada setiap jenis budidayanya kecuali budidaya jaring apung. Selain Musi Rawas, sentra budidaya air tawar terdapat pula di OKU Timur, Lubuk Linggau, Pagaralam, Lahat, OKU dan OKU Selatan.

Produksi perikanan budidaya air tawar provinsi ini termasuk yang stabil. Produksinya setiap tahun mengalami peningkatan. Sempat disalip produksi oleh Sumatera Barat pada tahun 2008 namun di tahun selanjutnya Sumatera Selatan tetap yang nomor satu di pulau Sumatera. Pada Tahun 2009 produksi perikanan budidaya air tawar mencapai 110.390,5 ton dan pada tahun 2010 sebesar 151.927,7 ton.

Sumatera Barat

Sumatera Barat adalah kekuatan kedua produksi perikanan budidaya air tawar setelah Sumatera Selatan. Bahkan provinsi ini sempat menduduki peringkat pertama mengalahkan Sumatera Selatan. Namun akibat adanya kematian massal di salah satu sentra budidaya air tawarnya, peringkat pertama sebagai penghasil ikan budidaya air tawar kembali menjadi miliki Sumatera Selatan.

Komoditas yang diunggulkan oleh provinsi ini antara lain adalah ikan mas, nila dan gurame. sebagian besar produksi komoditas air tawarnya di besar dengan wadah Kolam dan Jaring apung. Sentra perikanan budidaya air tawarnya terdapat di kabupaten Agam, 50 Kota, Padang Pariaman dan Pasaman. Produksi perikanan budidaya air tawarnya pada tahun 2009 adalah sebesar 84.190,27 dan pada tahun 2010 sebesar 109.347 ton

Jawa Tengah

Produksi perikanan budidaya air tawarnya pada tahun 2010 mencapai kisaran 100.000 ton. Melonjak tinggi dibanding tahun sebelumnya, tahun 2009, yang produksi mencapai 69.014,8 ton. Sebagian besar pembudidaya ikan di Jawa Tengah memelihara ikannya dalam wadah kolam dan jaring apung. Sentra-sentra produksi perikanan budidaya air tawarnya berada di kabupaten Demak,purbalingga, boyolali, wonogiri,sragen, wonosobo, klaten. Komoditas yang diunggulkan oleh provinsi ini antara lain ikan lele dan ikan nila.

Jawa Timur

Jawa Timur adalah satu-satunya provinsi di pulau jawa yang memeliki jenis budidaya terlengkap dan berkembang dengan baik termasuk budidaya lautnya yang menjadi satu-satunya provinsi di pulau jawa yang menjadi sentra rumput laut. Perikanan budidaya air tawar provinsi ini berkembang dengan baik. Persis sama dengan provinsi lain yang berada di pulau jawa provinsi jawa timur juga mengembangkan perikanan budidaya air tawar dengan komoditas ikan mas, nila, lele, gurame dan patin. Perikanan budidaya air tawar provinsi ini diarahkan ke beberapa jenis budidaya yang telah berkembang selama ini yaitu, kolam, karamba, jaring apung dan minapadi.

Riau

Provinsi ini dikenal sebagai salah satu provinsi di pulau sumatera yang memilikipotensi pengembangan budidaya air tawar dengan wadah kolam, karamba dan jaring apung. Beberapa sungai, rawa-rawa, dan waduk telah dimanfaatkan untuk pembudidayaan ikan air tawar. Selain mengembangkan ikan mas, nila dan patin, provinsi ini juga mengembangkan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu jelawat yang saat ini banyak dibudidayakan di pinggiran sungai Kampar. Tahun 2010, produksi air tawar berkisar 40.000 ton. Sementara pada tahun 2009 produksinya mencapai 37.932,31 ton.

Kalimantan Timur

Berbeda halnya dengan provinsi di pulau Sumatera dan pulau Jawa, provinsi di Kalimantan tidak hanya memelihara komoditas utama namun juga mengembangkan ikan yang sudah berkembang di daerah tersebut. Gabus dan Toman adalah ikan air tawar yang banyak dijumpai diperairan di Kalimantan. Produksi total keduanya bahkan mampu melebihi produksi ikan mas yang lebih dominan dibudidayakan. Sebagian besar produksi perikanan budidaya air tawar Kalimantan Timur berasal dari kabupaten Kutai Kertanegara karena itu tidak salah jika sentra budidaya ikan air tawar terletak di kabupaten Kutai Kertanegara.

Masih banyak lagi sentra produksi perikanan budidaya air tawar. Di pulau Kalimantan selain Kalimantan Timur juga ada Kalimantan selatan yang terkenal dengan sentra budidaya patinnya. Kemudian di pulau Sumatera selain provinsi di atas masih ada provinsi Lampung dan Jambi yang juga sentranya budidaya ikan air tawar. Sementara di pulau Sulawesi, terdapat provinsi Sulawesi Utara yang mampu mengembangkan budidaya air tawar dengan metode kolam, karamba, jaring apung dan minapadi.

Sumber : Ditjen Perikanan Budidaya

Comments

comments