Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi ikan mas adalah dengan memproduksi benih ikan mas yang mempunyai laju pertumbuhan cepat. Hal ini dapat diwujudkan dengan cara memproduksi benih ikan triploid.

Proses ini merupakan proses ginogenesis buatan, dimana didalamnya terdapat 2 tahapan penting, yaitu tahap pembuatan bahan genetik yang diperoleh dari ikan mas berkelamin jantan serta tahap peningkatan jumlah zigot yang normal (diploid) menjadi triploid.

Triploidisasi dapat dilakukan dengan cara memberikan efek kejut panas kepada telur secara periodik beberapa saat setelah telur ikan mas dibuahi. Cara ini dilakukan untuk mencegah berkurangnya kromosom betina pada waktu telur berada dalam fase berkembang.

Untuk membuat benih ikan mas triploid, ada beberapa tahap yang harus dilalui, yaitu :

  • Memilih induk betina yang telah matang gonad.
  • Menyuntikkan kelenjar hipofisa terhadap ikan mas donor.
  • Proses striping terhadap induk betina untuk mendapatkan sel telur.
  • Menampung sel telur yang telah didapatkan.
  • Proses striping terhadap induk jantan untuk mendapatkan sel sperma.
  • Pengenceran sel sperma dengan menggunakan larutan fertilisasi.
  • Proses pembuahan sel telur.
  • Proses penetasan telur.

Telur yang sudah berhasil ditetaskan langsung dipelihara didalam akuarium selama kurang lebih 2 minggu.

Penentuan triploid atau tidaknya benih ikan mas dapat dilakukan dengan cara menganalisis panjang sel darah merahnya. Proses penganalisaan ini harus dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa mikroskop.

Pengambilan sample darah dilakukan dengan cara memotong bagian ekor ikan mas. Setelah itu, darah langsung ditampung di gelas arloji berparafin untuk menghindari pembekuan.

Kemudian darah disedot dengan menggunakan hemasitometer hingga skala menunjuk ke angka 0,5. Pengencer juga disedot hingga skala menunjuk ke angka 101. Keduanya lalu dimasukkan ke dalam pipet untuk proses penyampuran.

Seyogyanya, ikan mas triploid akan berkembang menjadi ikan mas yang steril dikarenakan gagalnya kromosom homolog untuk berpasangan selama meiosis.

Ikan mas triploid akan mengalami perkembangan gonad yang lebih lambat jika dibandingkan dengan ikan mas normal (diploid) karena energi yang dimilikinya akan dihabiskan untuk tumbuh dan berkembang.

Sumber : Info Agribisnis Perikanan

Comments

comments