Terumbu karang merupakan ekosistem khas perairan tropik, dan merupakan habitat berbagai biota laut untuk tumbuh dan berkembang biak dalam kehidupan yang seimbang. Sifat yang menonjol dari terumbu karang adalah produktifitas dan keanekaragamannya yang tinggi, jumlah spesies yang banyak, serta bentuk morfologi yang sangat bervariasi dan biomassa yang besar.

Fungsi utama ekosistem terumbu karang yang penting adalah menciptakan kesinambungan antara daratan dan lautan. Terumbu karang merupakan suatu ekosistem khas laut tropis yang memiliki fungsi penting baik fisik, biologi maupun kimia. Fungsi fisik ekosistem terumbu karang adalah sebagai pelindung garis pantai, hal ini sesuai dengan sifat terumbu karang yang dapat menahan gelombang. Fungsi biologi ekosistem terumbu karang adalah sebagai penyedia kehidupan berbagai organisme laut antara lain sebagai daerah pemijahan, pembesaran, dan tempat mencari makan. Sedangkan fungsi kimia ekosistem terumbu karang adalah bahan farmakologi dan obat-obatan serta sebagai penyerap karbon di alam.

Ditinjau dari genera, karang di Indonesia memiliki 70 sampai 80 genera yang relatif cukup tinggi, sedangkan bila ditinjau dari spesies, Indonesia memiliki hampir 450 spesies. kondisi terumbu karang di Indonesia saat ini menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang Indonesia mengalami tekanan yang sangat berat, akibat dari kegiatan pemanfaatan yang tidak bersahabat dengan lingkungan.

Dalam upaya menanggulangi masalah kerusakan ekosistem terumbu karang di Indonesia dan sekaligus dalam upaya pengelolaan perikanan karang yang berkelanjutan, maka perlu dilakukan upaya pengelolaan konservasi dan rehabilitasi terumbu karang.

Selama ini upaya – upaya yang telah ditempuh adalah melalui pengembangan karang buatan dan hasilnya telah cukup memuaskan. Selain itu sejak tahun 1999 sudah dikembangkan melalui teknik transplantasi karang. Melalui teknik transplantasi karang ini diharapkan dapat mengurangi kerusakan terumbu karang di Inclo~ nesia.

Dalam upaya menyebarluaskan informasi tentang teknik transplantasi karang ini maka diperlukan suatu panduan yang dapat digunakan sebagai acuan bagi semua pihak yang membutuhkan.

Terumbu karang memegang peranan yang sangat penting ditinjau dari berbagai aspek. Terumbu karang merupakan tempat bagi biota laut untuk mencari makan, daerah asuhan, tempat memijah dan sebagai tempat persembunyian serta persinggahan.

Berdasarkan data dan informasi yang ada, diketahui bahwa kondisi terumbu karang di Indonesia sudah banyak mengalami kerusakan kritis. Kerusakan tersebut sebagian besar diakibatkan oleh kegiatan yang dilakukan oleh manusia, dan sisanya diakibatkan oleh berbagai peristiwa alam.

Dalam upaya menanggulangi masalah tersebut, Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan mencoba melakukan upaya pengelolaan ekosistem terumbu karang melalui rehabilitasi karang yaitu kegiatan transplantasi karang di daerah. Oleh karena itu, sebagai acuan, maka perlu disusun Petunjuk Pelaksanaan ^auklak) yang dapat dijadikan pegangan bagi aparat di daerah dan stakeholder pada umumnya dalam melaksanakan kegiatan transplantasi karang.

Sumber : Ditjen KP3K

Comments

comments